Sabtu, 01 Desember 2012

Analisa Masalah-masalah yang terjadi pada masyarakat kecil


Pertanyaan Ujian Tengah Semester
Mata Kuliah Sosiologi-Antropologi
Kelas 1 A, B, C.
Dosen: Didi Novrian. S. S Phil, Msi.

Daftar Pertanyaan.

1.      David Harvey, didalam karya monumentalnya yang berjudul New Imperialisme, pernah mengulas tentang 6 moment (Sixth Moments of History) yang berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan manusia. Jelaskan 6 moment tersebut disertai dengan contoh-contoh nya.

2.      Jakarta dihadapkan pada masalah yang sangat rumit, terutama berkaitan dengan Banjir, Kemacetan, dan tingginya tingkat kriminalitas. Setiap tahun, Pemerintah Jakarta berusaha mencara jalan keluar bagi persoalan diatas. Dan ujungnya, selalu dengan semakin parahnya masalah diatas menimpa orang-orang di Jakarta. Masalah berat diatas kebanyakan dialami oleh orang-orang yang berada di pemukiman-pemukiman padat penduduk, dan disisi yang lain, izin pendirian Mall, gedung-gedung bertingkat, apartemen, dan pemukiman mewah terus diberikan oleh pemerintah kota Jakarta kepada pengusaha-pengusaha besar. Tingkat penyebaran penyakit menular pun semakin meluas, dan kebanyakan terjadi –lagi-lagi- di area pemukiman padat penduduk.

Problem sosial, selalu memiliki hubungan-hubungan khusus dengan isu kesehatan masyarakat. Jelaskan dengan contoh, bagaimana hubungan antara isu kesehatan masyarakat dengan problem sosial yang dialami masyarakat di Indonesia.

Pertanyaan Ujian Tengah Semester
Mata Kuliah Sosiologi-Antropologi
Dosen: Didi Novrian. S. S Phil, Msi.
Nama: Ikrimah Nuril Izati
Kelas: 1 B

1.    David Harvey, didalam karya monumentalnya yang berjudul New Imperialisme, pernah mengulas tentang 6 moment (Sixth Moments of History) yang berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan manusia. Jelaskan 6 moment tersebut disertai dengan contoh-contoh nya.
Jawab :
Sixt moment of history tersebut terdiri dari :
Ø  Mode and Production (Mode dalam Berproduksi)
Berbagai macam cara yang berbeda-beda dalam berproduksi yang bepengaruh dengan gaya kehidupan atau gaya berproduksi yang baru yang dilakukan oleh masayarakat yang bekerja ditempat itu.
 Contoh :
Alat pemeras sapi, awalnya masyarakat memeras sapi menggunakan tangan dan sekarang mulai beranjak menggunakan alat pemeras sapi yang sangat canggih dan sehingga pekerja tersebut tugasnya hanya mengontrol dan merapihkan susunan botolnya saja.
Ø  Daily life Consuption (Konsumsi Sehari-hari)
Dalam penggunaan dan pengonsumsian sehari-hari pada jaman yang serba modern ini, hampir seluruh cara dan penggunaan konsumsi untuk keseharian kita menggunakan persiapan atau penyajian yang sangat praktis (tanpa proses yang rumit). Yang sebenarnya tanpa disadari semua penggunaan praktis itu berpengaruh besar terhadap kesehatan kita.
Contoh :
Sama halnya seperti penjelasan seperti susu sapi praktis diatas, pengguna menjadi lebih bisa memanjakan keinginannya dimana pun dan kapan pun ia ingin mengonsumsinya, tanpa harus menunggu lamanya sapi diperah oleh manual yang membutuhkan waktu lama. Karena hanya dengan bermodalkan pergi ke supermarket saja kita sudah dapat memperoleh susu sapi tersebut. Contoh lain seperti Bubur instan yang sering kita konsumsi untuk menggantikan posisi nasi, itu sangat praktis karena hanya dengan mencampurkannya beberapa menit saja dengan air panas, bubur itu sudah siap saji. Maka dari pada itu banyak sekali manusia pada jaman modern ini yang mengonsumsi tersebut karena sewaktu-waktu bisa kita konsumsi tanpa harus menunggu tukang bubur lewat dekat rumah kita.
Ø  Social Relation (Hubungan/relasi Sosial)
Hal ini menyangkut tentang relasi/hubungan sosial antar masyarakat  sekitar atau keseluruhan dalam lingkungan hidup kita. Suatu hubungan memang tidak hanya bisa disambung atau dipererat dengan cara bertatap muka langsung atau dengan interaksi sering bertemu.
Contoh :
Jika berkaitan dengan hal yang telah diutarakan diatas, relasi atau hubungan onteraksi antara pemerah sapi (penjual yang sebenarnya) tidak ada keterkaitan atau dalam kata lain tidak ada proses terjadinya transaksi secara langsung. Karena pemasokan susu tersebut sudah melalui supermarket itu sendiri. Lain padahalnya dalam kehidupan yang serba canggih dan praktis ini berteman pun bisa dengan praktis kita berinteraksi seperti media yang sering kita jumpai dalam dunia maya yaitu Facebook contohnya. Relasi tersebut atau hubungan tersebut terbentuk tanpa harus dengan bertatap muka secara langsung, karena dengan bertatap di media saja kita bisa langsung menerima reaksi tersebut.
Ø  Technologycal Change (Perubahan teknologi)
Berperan mengiringi berkembangnya keahlian manusia yang bisa mengubah segala hal yang rumit menjadi praktis tersebut karena perubahan atau kemajuan dari sumber teknologi yang ia buat menurut atau mengikuti apa yang ia kehendaki atau ingin gunakan.
Contoh :
Sama halnya seperti pengemasan susu sapi diatas, semua berubah menjadi praktis. Dan dapat diperjual-belikan tanpa harus bertatap langsung antara penjual dan pembelinya. Karena dijaman modern ini sudah ada sistem jual-beli online yang prosesnya tanpa harus mempertemukan langsung penjual dan pembelinya. Sama halnya seperti mesin-mesin canggih yang mengelola proses pengemasan sebuah makanan instan, sistem kerjanya itu sangat tidak berpengaruh sekali terhadap pekerja-pekerja didalamnya. Karena, tugas dari mesin yang digunakan itu sudah mendapati pengaturan khusus yang mengelola secara bertahap awal-akhir produk tersebut.
Ø  Mental Conception (Konsep mental)
Persiapan mental yang dimiliki masyarakat jaman sekarang mulai berkurang atau lain padahalnya dengan mental-mental yang dimiliki masyarakat tradisional untuk menjalankan atau menatap kehiduapnnya kedepan karena, ia sangat berpengaruh atau berketegantungan dengan seiring berjalannya teknologi yang modern dan lain sebagainya.
Contoh :
Mengubah masayarakat menjadi lebih manja terhadap sesuatu yang ian inginkan. Ingin selalu dilayani tanpa ia harus bersusah payah mendapat sesuatu yang ia ingini.
Ø  Relation of Nature (relasi/hubungan dengan alam)
Hampir keseluruhan dalam kehidupan modern ini kita sertakan hidup kita dengan berbagai macam teknologi, tanpa harus berhubungan atau berinteraksi langsung dengan alam. Dan mungkin tanpa kita ketahui denagn cara mempraktiskan diri seperti jaman sekarang ini yang menggunakan teknologi dalam keseharian bisa merusak kelestarian alam atau merusak hubungan atau relasi yang terbuat antara alam tanpa dengan manusia. Karena sering kali kita menggunkan mesin-mesin canggih tanpa harus bersusah payah mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Contoh :
Ø  Perusakan atau penebangan yang sering terjadi dihutan-hutan.

Dan pada penjelasan diatas aktifitas atau menjalin hubungan atau interaksi seperti bermain aplikasi seperti facebook, twitter, skype, blackberry messenger itu secara tidak langsung atau tanpa kita sadari itu semua sudah mengubah : Social Relation, Technologycal change, dan Mental Conception.

2.    Jakarta dihadapkan pada masalah yang sangat rumit, terutama berkaitan dengan Banjir, Kemacetan, dan tingginya tingkat kriminalitas. Setiap tahun, Pemerintah Jakarta berusaha mencara jalan keluar bagi persoalan diatas. Dan ujungnya, selalu dengan semakin parahnya masalah diatas menimpa orang-orang di Jakarta. Masalah berat diatas kebanyakan dialami oleh orang-orang yang berada di pemukiman-pemukiman padat penduduk, dan disisi yang lain, izin pendirian Mall, gedung-gedung bertingkat, apartemen, dan pemukiman mewah terus diberikan oleh pemerintah kota Jakarta kepada pengusaha-pengusaha besar. Tingkat penyebaran penyakit menular pun semakin meluas, dan kebanyakan terjadi –lagi-lagi- di area pemukiman padat penduduk.

Problem sosial, selalu memiliki hubungan-hubungan khusus dengan isu kesehatan masyarakat. Jelaskan dengan contoh, bagaimana hubungan antara isu kesehatan masyarakat dengan problem sosial yang dialami masyarakat di Indonesia.
Jawab :
Hubungan antara Isu kesehatan masyarakat dengan problem-problem sosial tersebut memang snagat saling keterkaitan adanya, karena menurut saya masyarakat Indonesia tersebut belumlah mendapatkan penyuluhan khusus atau program khusus yang bisa setiap kali menangani setiap keluhan atau problem yang dialami masyarakat Indonesia tersebut. Sama halnya seperti pernyataan yang telah diungkapkan diatas, salah satu contohnya masyarakat yang terkena problem sosial yang berkaitan erat dengan isu kesehatan masyarakatnya adalah di kota Jakarta. Walaupun memang posisinya terbilang sangat memungkinkan tetapi kondisi yang sebenarnya pada kota jakarta itu tidak sesuai atau setara dengan namanya yang mempunyai semboyan “Ibukota Jakarta”. Karena penduduk yang lebih banyak tinggal hampir kebanyakan berprofesi sebagai pemulung, pengemis, pengamen dll. Karena sebagian besar penduduk kota jakarta yang tanpa kita sadari lebih besar mengarah kepada kemiskinan dibandingkan dengan kemakmuran penduduk. Itulah salah satu hal yang menyebabkan masalah kesehatan timbul selalu pada lingkungan yang padat penduduk. Karena sebenarnya tidak sangat layak masyarakat tinggal disuatu pedesaan atau tempat tinggal yang kumuh atau berkapasitas penuh. Dan kemiskinan itulah yang menyebabkan kesulitannya mendapatkan biaya mengobatan jika memang pada keluarganya ada yang terjangkit penyakit. Selain problem kepadatan penduduk tersebut ada salah satu problem yang itu disebabkan oleh orang-orang tingkat menengah, seperti tiada habisnya membangun gedung-gedung mewah seperti yang telah diutarakan dalam pernyataan diatas. Seharusnya pemerintah memberikan lahan yang cukup terhadap wilayah yang padat penduduk. Agar mereka mendapatkan lahan bertempat tinggal yang layak ditempati. Karena jika lahan di daerah padat penduduk tersebut semakin berkurang atau tergusur melainkan menyempit maka akan semakin menyempit dan banyak pula yang akan rawan terjangkit penyakit. Karena, menjadikan kendala masyarakat yang padat penduduk itu ia tidak bisa mendapatkan pengobatan yang cukup untuk kesehatannya sendiri, sedangkan untuk mendapatkan pengobatan kesehatan dijaman eraglobalisasi seperti ini sangatlah mahal dan tidak terjangkau untuk mereka. Sehingga semakin tersebar dan menularnya penyakit didaerah padat penduduk tersebut. Karena penyakit akan segera menular jika keadaan atau kondisi yang sangat berdekatan. Maka dari itu pemerintah jangan hanya melihat dari lahan-lahannya yang masih luas saja, sehingga orang-orang yang terpencil makin terpencil ke dasar yang sangat kecil, dan pemerintah seharusnya melihat dipinggir-pinggir tempat ia tinggal masih banyak yang membutuhkan lahan untuk tinggal. Bukan karena mereka memang sudah terbiasa, akan tetapi mereka pun bingung dengan keadaannya harus pindah kemana lagi sedangkan keuangan yang mereka miliki tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhannya sehari-harinya. Dan masalah kesehatan mereka pun akan menjadi nominasi yang terakhir untuk mereka karena kebutuhan sehari-haripun belum tentu mereka dapatkan dengan cukup bahkan kurang.
Dan dari pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara isu kesehatan masyarakat dengan problem sosial yang dilami masayarakat Indonesia contohnya yang terjadi di kota Jakarta tersebut sangat berkaitan erat. Karena bukan hanya tempat yang menjadi kendala mereka melainkan keuangan yang sangat pas-pasan bahkan kurang yang menyebabkan mereka memelihara penyakitnya bukan malah mengobati penyakitnya.

Saya ucapakan, Sekian dan terimakasih.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar